Proses Terjadinya Kehamilan

Kehamilan pada dasarnya terjadi karena sel sperma berhasil membuahi sel telur pada wanita, dimana proses ini dikenal dengan istilah konsepsi atau pembuahan. Sel sperma yang masuk kedalam Rahim wanita bisa mencapai ribuan sel, namun hanya aka nada satu sel sperma yang bisa berhasil membuahi sel telur.

Proses terjadinya pembuahan

Sesaat setelah anda melakukan hubungan intim dengan pasangan anda, maka laki-laki akan ejakulasi, dimana ejakulasi ini akan mendorok cairan semen yang mengandung sperma menuju Rahim. Cairan semen ini berfungsi sebagai bekal sperma selama melakukan perjalanan dan menunjukan arah menuju leher Rahim.

Dorongan dari ejakulasi untuk mendorong masuk cairan semen bisa mencapai 10 ml per jam sebelum mencapai sel telur. Meskipun laki-laki harus mencapai organsme untuk membuahi sel telurwanita, namun wanita tidak perlau organsme untuk melakukan konsepsi.

Setelah sperma berada dalam tubuh wanita, sperma baru akan memulai perjalanan untuk mencari sel telur yang akan dibuahi. Akan ada begitu banyak tantangan untuk sperma mencapai sel telur. Tantangan-tantangan tersebut seperti pH vagina yang akan membuat sperma tidak mampu bertahan lama kemudian mati, dan tantangan selanjutnya yaitu lendir dalam serviks,untuk menembus lendir dalam serviks ini hanya akan mampu dilewati oleh sperma yang kuat.

Setelah sperma berhasil melewati berbagai jarring-jaring yang terdapat dalam lendir serviks, selanjutnya sperma harus berenang sekitar 18 cm dari leher Rahim menuju kedalam Rahim. Kemudian ke tempat dimana sel telur berada yaitu di tuba falopi. Tantangan untuk sperma juga masih ada, karena sperma bisa saja salah masuk ke tuba falopi yang salah. Sehingga bisa saja sperma mati di perjalanannya sebelum menemukan sel telur.

Perjalanan sperma memiliki kecepatan sekitar 2,5 cm setiap 15 menit. Sperma yang baik dan memiliki kecepatan lebih akan mampu mencapai sel telur dalam waktu 45 menit atau jika kecepatannya lemah akan sampai padasel telur sekitar 12 jam.

Meskipun sperma sudah menemui sel telur, namun perjalanan sperma belum selesai sampai disini. Karena satu sel telur bisa saja didekati oleh ratusan sperma, namun hanya sperma yangpaling kuatlah yang mampu menembus sel telur , kemudian sel telur akan membentuk pertahanan diri agar sperma lain tidak memasukinya. Sehingga akhirnya terjadilah pembuahan atau yang disebut dengan konsepsi antara sel telur dan sperma yangpaling kuat, dari sinilah proses terjadinya kehamilan akan dimulai.

 

Ketika sperma tidak kunjung bertemu dengan sel telur, sperma bisa saja hidup dalam tubuh wanita selama waktu yang paling lama yaitu  hari . jika pada suatu hari diantara  hari tersebut wanita melakukan ovulasi atau pelepassan sel telur maka kesempatan untuk hamil akan meningkat. Oleh karena itu untuk anda yang sedang melakukan program kehamilan sebaiknya mengetahui kapan waktu subur anda.

Kemudian sperma dan sel telur akan melakukan penggabungan, dan disini akan ditentukan jenis kelamin janin. Jika sperma membawa kromosom Y maka jenis kelaminnya adalah laki-laki, sedangkan jika sperma membawa kromosom x maka berarti bayi anda akan berjenis kelamin perempuan.

Penggabungan sperma dan sel telur kemudian akan membentuk bundelan yang dikenal dengan istilah blastokista yang kemudian akan melakukan perjalanan menuju Rahim yang memakan waktu hingga 3hari bahkan lebih. Kemudian blastoksita ini akan menempel pada Rahim yang kemudian akan berkembang menjadi embrio dan perkembangan-perkembangan lain hingga menjadi bayi yang utuh.

Leave a Reply